Rabu, 18 April 2012

Kepribadian Individu

Kepribadian adalah sebuah pola dari sikap, pemikiran dan emosi yang unik dan cenderung stabil dalam diri seseorang.  Perspektif interaksionis adalah pandangan bahwa sikap adalah hasil dari pengaruh yang kompleks antara kepribadian dengan situasi.

Bagaimana mengukur kepribadian?

Person job fit adalah tingkat dimana individual memiliki sifat dan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan yang spesifik.
Objective tests adalah daftar pertanyaan yang didesign untuk mengukur berbagai macam aspek dari kepribadian.
Reliabilitas adalah tingkat dimana tes menghasilkan skor yang konsisten dalam beberapa peristiwa. Validitas adalah tingkat dimana tes mengukur apa yang harus diukur.

5 Dimensi Kepribadian

•    Openness to experience adalah sikap untuk  menilai usahanya secara proaktif dan penghargaannya terhadap pengalaman demi kepentingannya sendiri. Menilai bagaimana ia menggali sesuatu yang baru dan tidak biasa. Dimensi ini mengamanatkan tentang minat seseorang. Orang terpesona oleh hal baru dan inovasi,ia akan cenderung menjadi imajinatif, benar-benar sensitif dan intelek. Sementar arang yang disisi lain kategori keterbukaannya ia nampak lebih konvensional dan menemukan kesenangan dalam keakraban
•    Conscientiousness adalah sikap untuk menilai kemampuan individu didalam organisasi, baik mengenai ketekunan dan motivasi dalam mencapai tujuan sebagai perilaku langsungnya. Sebagai lawannyamenilai apakah individu tersebut tergantung, malas dan tidak rapi. Dimensi ini merujuk pada jumlah tujuan yang menjadi pusat perhatian seseorang. Orang yang mempunyai skor tinggi cenderung mendengarkan kata hati dan mengejar sedikit tujuan dalam satu carayang terarah dan cenderung bertanggungjawab, kuat bertahan, tergantung, danberorientasi pada prestasi. Sementara yang skornya rendah ia akan cenderung menjadilebih kacau pikirannya,mengejar banyak tujuan, dan lebihh edonistik.
•    Extraversion adalah sikap menilai kuantitas dan intensitas interaksi interpersonal, level aktivitasnya ,kebutuhan untuk didukung, kemampuan untuk berbahagia. Dimensi ini menunjukkan tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. Kaum ekstravert (ekstraversinya tinggi)cenderung ramah dan terbuka serta menghabiskan banyak waktu untuk mempertahankan dan menikmati sejumlah besar hubungan. Sementara kaum introvert cenderung tidak sepenuhnya terbuka dan memiliki hubungan yang lebih sedikit dan tidak seperti kebanyakan orang lain,mereka lebih senang dengan kesendirian
•    Agreeableness adalah sikap menilai kualitas orientasi individu dengan kontinum nilai dari lemah lembut sampai antagonis didalam berpikir, perasaan dan perilaku. Dimensi ini merujuk kepada kecenderungan seseorang untuk tunduk kepada orang lain. Orang yang sangat mampu bersepakat jauh lebih menghargai harmoni daripada ucapan atau cara mereka. Mereka tergolong orang yangkooperatif dan percaya pada orang lain. Orang yang menilai rendah kemampuan untuk bersepakat memusatkan perhatian lebih pada kebutuhan mereka sendiriketimbang kebutuhan orang lain
•    Neuroticism adalah sikap menilai kestabilan dan ketidakstabilan emosi. Mengidentifikasi kecenderungan individu apakah mudah mengalami stres, mempunyai ide-ide yangtidak realistis, mempunyai coping  response yang mal adaptif. Dimensi ini menampung kemampuan seseorang untuk menahan stres. Orang dengan kemantapan emosional positif cenderung berciri tenang, bergairah dan aman. Sementara mereka yangskornya negatif tinggi cenderung tertekan, gelisah dan tidak aman.

Afektif Positif dan Negatif: Kecenderungan Menuju Perasaan Bahagia atau Sedih
Afektif positif adalah kecenderungan untuk merasakan mood dan perasaan yang positif dalam ruang lingkup yang luas dan dalam kondisi yang berbeda sedangkan afektif negative adalah kecenderungan untuk merasakan mood dan perasaan yang negatif dalam ruang lingkup yang luas dan dalam kondisi yang berbeda.

Core Self Evaluation

Self efficacy adalah pertimbangan seseorang berdasarkan kemampuan mereka untuk mengerjakan tugas yang spesifik dengan sukses.
Self esteem adalah sebuah proses dalam karakteristik perasaan seseorang tentang dirinya dan reaksi terhadap hal tersebut dengan emosional atau perilaku.
Locus of control adalah bagaimana seseorang individu mengartikan sebab-musabab dari suatu peristiwa.
Emotional stability adalah kecenderungan untuk melihat dirinya sendiri sebagai keyakinan, keamanan, dan kekuatan.

Machiavellianisme: Menggunakan Apa Saja Untuk Menang
Machiavellianisme adalah tingkat di mana seorang individu pragmatis, mempertahankan jarak emosional, dan yakin bahwa hasil lebih penting daripada proses. Achievement motivation (need for achievement) adalah kekuatan dari keinginan seseorang untuk berhasil dalam tugas yang sulit melebihi orang lain.

Learning goal orientation menikmati belajar kompetensi yang baru seperti sebuah tantangan.
Performance goal orientation menunjukkan kompetensi kepada orang lain.
Avoidance goal orientation menghindari kritikan dari orang lain atau tampil tidak baik di depan mereka.

Morning persons adalah seseorang yang merasakan energik dan siaga pada pagi hari sedangkan Evening persons adalah seseorang yang merasakan energik dan siaga pada malam hari.

Abilities

Abilities adalah kemampuan mental dan fisik untuk menyelesaikan berbagai macam kerja.
Cognitive intelligence adalah kemampuan untuk mengerti ide-ide yang kompleks, beradaptasi terhadap lingkungan secara efektif, belajar dari pengalaman, menggunakan berbagai macam akal sehat dan mengatasi permasalahan dengan kewaspadaan.
Practical intelligence adalah keahlian dalam menyelesaikan persoalan yang praktis dalam hidup sehari-hari.
Emotional intelligence adalah kumpulan skill yang berhubungan dengan sisi-sisi emosional dalam hidup.
Successful intelligence merepresentasikan keseimbangan antara intelijensi kognitif, intelijensi praktis dan intelijensi kreatif.
Physical abilities adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan dalam tugas yang dikerjakan untuk melakukan sebuah pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar