Rabu, 18 April 2012

Sistem Bisnis: Pemerintah, Pasar, dan Perdagangan International

Globalisasi adalah proses dimana sistem ekonomi dan social suatu Negara terkoneksi secara bersama-sama baik berupa barang, jasa, modal, dan pengetahuan dapat bergerak bebas diantara Negara-negara.

1.    Falsafah Pasar Bebas John Locke

•    Semua orang punya kebebasan.
•    Semua orang punya tubuh dan tenaga dan berhak memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan.
•    Rakyat suatu negara setuju untuk membentuk sebuah pemerintahan yang akan melindungi kebebasan dan hak milik individual.

Kelemahan Asumsi Locke Asumsi bahwa semua individu memiliki hak alami (natural rights) seringkali tidak realistis. Terdapat konflik antara hak positif  dan hak negatif. Konflik ini yang mengharuskan intervensi negara. Azas hak alami sering tidak sejalan dengan prinsip-prinsip keadilan. Asumsi individualis menurut John Locke menafikan adanya semangat sosial atau kenyataan bahwa ada individu yang sepenuhnya tergantung pada individu lainnya.


2. Teori “Invisible Hand” Adam Smith

•    Persaingan di pasar akan membawa kepentingan individual ke arah kesejahteraan umum.
•    Intervensi pemerintah terhadap pasar tidak akan membawa kemajuan kepada kesejahteraan umum.

Kritik terhadap Teori Invisible Hand Adam Smith Asumsinya tidak realistis dalam ekonomi modern (pasar yang dikuasai perusahaan besar, oligopoli/monopoli, perusahaan besar mendikte tingkat produksi). Tidak semua ongkos produksi ditanggung oleh perusahaan (ada eksternalitas). Asumsi bahwa semua individu didorong oleh motif mencari keuntungan seringkali keliru. Perencanaan ekonomi (oleh pemerintah) terbukti bisa efektif  dan diperlukan.
Kritik J.M. Keynes: Pemerintah dan swasta ternyata dapat mempengaruhi tingkat pemanfaatan tenaga-kerja.

3. Teori Keuntungan Komparatif

Teori keuntungan komparatif ini dikembangkan oleh David Ricardo, yang menyatakan bahwa setiap negara akan memperoleh keuntungan jika ia menspesialisasikan pada produksi dan ekspor yang dapat diproduksinya pada biaya yang relatif lebih murah, dan mengimpor apa yang dapat diprosuksinya pada biaya yang relatif lebih mahal.

4. Kritik Karl Marx Terhadap Kapitalisme

Kapitalisme mengakibatkan  eksploitasi “surplus”-nya buruh diambil oleh para majikan sebagai “laba”. Kapitalisme mengakibatkan alienasi buruh terhadap proses produksi, pekerjaan, diri sendiri, dan kehidupan sosialnya. Pemerintah harus mensubordinasi kepentingan dari kelas ekonomi. Dalam sistem kapitalis, para buruh akan mengalami kesengsaraan karena siklus krisis, pengangguran, dan tingkat upah relatif  yang terus menurun. 
Kritik Terhadap Marxisme Klaim tentang ketidakadilan karena kapitalisme ternyata tidak terbukti. Keadilan membutuhkan pasar bebas. Efisiensi pasar terkadang lebih penting ketimbang pemerataan absolut. Pasar bebas dapat merangsang terciptanya komunitas perdagangan. Kesengsaraan akibat penurunan upah relatif (immiseration) seperti dikhawatirkan Marx tidak terjadi.
Ekonomi campuran (mixed economy) mengandaikan tetap adanya pasar bebas dan sistem hak-milik individu, tetapi ekonomi didukung oleh kebijakan pemerintah untuk memperbaiki kelemahan yg mungkin terjadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar